RSUD Pantura MA Sentot Tak Mampu Layani Pasien Cuci Darah, Wabup Syaefudin Turun Tangan

banner 468x60

Indramayu | Matalensa Online.com

RSUD Pantura MA Sentot Tak mampu melayani Pasien yang hendak melakukan cuci darah, akibat dari kosongnya persediaan darah yang ada di RSUD. Mengetahui hal ini Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin langsung turun tangan. Dia secara mendadak melaksanakan kunjungan kerja ke RS yang terletak di tepi jalan raya pantura Patrol KM 46, Jumat (25/4/2025). Kunjungan tiba-tiba ini sekaligus mengupayakan penyelesaian terhadap 78 pasien hemodialisa yang harus dipindahkan ke rumah sakit lain.

Sebelumnya, Wabup Syaefudin mendapatkan informasi bahwa sebanyak 78 pasien hemodialisa yang berada di RSUD MA Sentot Patrol sejak sehari sebelumny atau Kamis (24/4/2025) tidak mendapatkan layanan. Pada kunjungan itu, Wabup juga langsung mengumpulkan jajaran manajemen RSUD Pantura MA Sentot Patrol untuk segera dilakukan solusi secara cepat dan tepat. Diketahui, penyebabnya lantaran terkendala teknis sebab barang habis pakai yang tidak tersedia di rumah sakit tersebut.  Untuk itu pihaknya memastikan layanan kepada para pasien harus segera ditangani. Sebabnya para pasien sangat membutuhkan penanganan di ruangan hemodialisa.

Wabup Syaefudin mengatakan, terhadap 78 pasien tersebut telah tertangani. Mereka dialihkan ke RS lain. Sebanyak 47 pasien dialihkan ke RS MM, RS Bhayangkara, dan RS Sumber Waras Cirebon. Sedangkan sebanyak 31 dialihkan ke RSUD Indramayu.  “Ini harus segera ditangani mereka membutuhkan perawatan. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi,” tegas Syaefudin.  Wabup menjelaskan, terhadap pasien yang dialihkan ke RSUD Indramayu pihaknya telah berkoordinasi dengan Dirut agar bisa segera melayani pasien-pasien tersebut.  Sementara dari informasi lainnya mengungkap, kondisi keuangan RS Pantura MA Sentot Patrol memang lagi tidak baik-baik saja. Saat ini pihak rumah sakit mengalami kesulitan untuk membeli obat untuk pasien. Padahal obat sangat penting dalam pengobatan pasien. Belum lagi terjadinya pengurangan karyawan. Oleh karena itu, banyak pihak meminta pihak rumah sakit untuk membereskan manajemen dan segera dilakukan audit. Juga meminta semua pemangku kepentingan untuk membantu membenahi rumah sakit karena sangat penting bagi kesehatan masyarakat. (S.Atin)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *