Mitos atau Fakta Kenapa Bogor Identik Banget Sama Hujan?

banner 468x60

Bogor | Mata Lensa Online.com

Banyak orang langsung kepikiran payung atau jaket kalau dengar nama Bogor. Julukan “Kota Hujan” sudah melekat sejak lama. Tapi sebenarnya, kenapa sih Bogor bisa dapat label itu? Sekadar stereotip, atau memang ada alasan ilmiahnya?

Secara geografis, Bogor berada di kaki Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango. Posisi ini bikin udara lembap dari laut mudah naik ke wilayah pegunungan. Nah, ketika udara itu mendingin, terjadilah kondensasi yang memicu turunnya hujan. Simpelnya: lokasi Bogor memang “strategis” buat awan numpuk lalu turun jadi hujan.

Data klimatologi juga menunjukkan curah hujan Bogor tergolong tinggi dibanding banyak kota lain di Indonesia. Dalam setahun, jumlah hari hujan bisa jauh lebih sering, terutama saat musim penghujan. Makanya, warga lokal sudah terbiasa panas sedikit, sore langsung mendung, lalu hujan datang tanpa aba-aba.

Buat sebagian orang, hujan ini justru jadi daya tarik. Suasana adem, hijau, dan vibes sendu romantis sering jadi alasan wisatawan datang. Tapi di sisi lain, intensitas hujan tinggi juga jadi tantangan, mulai dari genangan hingga aktivitas yang terganggu.

Salah satu warga, Dika (24), menganggap julukan itu sudah jadi identitas kota. “Kadang kesel juga kalau hujan terus, tapi ya itu yang bikin Bogor beda. Udah kayak ciri khas,” katanya.

Jadi, julukan Kota Hujan bukan sekadar branding atau candaan netizen tapi memang ada dasar geografis dan klimatologinya. Dan sampai sekarang, hujan tetap jadi bagian dari cerita sehari-hari Bogor yang susah dipisahkan. (Supendi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *