Misteri Api Biru dan Kisah Gaib di Kawah Gunung Ijen

banner 468x60

Banyuwangi | Mata Lensa Online.com

Di balik keindahan panorama pegunungan Jawa Timur, Gunung Ijen menyimpan fenomena alam langka sekaligus kisah mistis yang telah lama dipercaya masyarakat sekitar.

Gunung yang berada di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso ini terkenal dengan fenomena blue fire atau api biru yang muncul dari kawahnya pada dini hari. Secara ilmiah, api biru tersebut terjadi akibat pembakaran gas belerang yang keluar dari celah-celah kawah dengan suhu sangat tinggi. Namun, bagi sebagian warga, cahaya biru itu bukan sekadar fenomena alam biasa, Sabtu (21/02/2026).

Sejarah dan Aktivitas Penambang

Sejak masa kolonial Belanda, Kawah Ijen telah menjadi lokasi penambangan belerang. Para penambang tradisional memikul bongkahan belerang seberat puluhan kilogram menyusuri jalur terjal demi menghidupi keluarga mereka.

Pekerjaan berat dan risiko tinggi, termasuk paparan gas beracun, menjadikan kawasan ini memiliki aura perjuangan yang kuat. Banyak cerita beredar tentang penambang yang mengalami kejadian tak masuk akal saat bekerja di malam hari.

Mitos Penunggu Kawah

Masyarakat setempat meyakini adanya sosok penjaga gaib di kawasan kawah. Beberapa pendaki mengaku mendengar suara langkah atau bisikan ketika kabut turun tebal menjelang subuh. Ada pula yang percaya bahwa pendaki harus menjaga sikap dan ucapan selama berada di area kawah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Cerita lain menyebutkan bahwa cahaya api biru terkadang dianggap sebagai pertanda tertentu oleh warga sekitar. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa fenomena tersebut murni reaksi kimia dari gas sulfur yang terbakar.

Antara Ilmu Pengetahuan dan Kepercayaan

Terlepas dari kisah mistis yang menyelimuti, Gunung Ijen tetap menjadi destinasi wisata unggulan. Wisatawan domestik maupun mancanegara rela mendaki sejak tengah malam demi menyaksikan api biru yang hanya ada dua di dunia.

Keindahan alam berpadu dengan cerita rakyat membuat Gunung Ijen bukan sekadar tempat wisata, melainkan ruang pertemuan antara sains, sejarah, dan kepercayaan lokal yang hidup berdampingan hingga kini. (Sel)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *