Bukittinggi | Mata Lensa Online.com
Lubang Jepang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dikenal sebagai salah satu situs sejarah peninggalan masa pendudukan Jepang. Namun selain nilai historisnya, kawasan terowongan bawah tanah tersebut juga kerap dikaitkan dengan cerita-cerita mistis yang berkembang di masyarakat dan wisatawan, Selasa (10/02/2026).
Terowongan yang dibangun pada tahun 1942 itu dulunya digunakan sebagai markas pertahanan militer. Kondisi lorong yang gelap, lembap, dan panjang membuat suasana di dalamnya terasa sunyi dan menegangkan. Sejumlah pengunjung mengaku pernah merasakan pengalaman tak biasa, seperti mendengar langkah kaki, bisikan, atau merasakan hawa dingin yang tiba-tiba berubah.
Dinda, pemandu wisata lokal, mengatakan cerita tersebut sering disampaikan oleh pengunjung, meski tidak dapat dipastikan kebenarannya.
“Biasanya yang datang malam atau menjelang tutup sering merasa merinding. Tapi kami selalu mengingatkan bahwa tempat ini tetap situs sejarah yang harus dihormati,” ujarnya.
Pihak pengelola wisata mengimbau pengunjung untuk tetap menjaga sikap dan tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Lubang Jepang sendiri tetap menjadi destinasi edukasi sejarah yang ramai dikunjungi wisatawan setiap tahunnya.
Fenomena cerita mistis yang berkembang menunjukkan bagaimana lokasi bersejarah tidak hanya menyimpan nilai masa lalu, tetapi juga narasi budaya yang tumbuh di masyarakat. Antara fakta sejarah dan cerita yang beredar, Lubang Jepang terus menjadi tempat yang menarik perhatian publik. (Supendi)





