Yogyakarta | Mata Lensa Online.com
Keberadaan situs warisan budaya menjadi bagian penting dalam menjaga identitas sejarah bangsa. Salah satu yang masih menjadi magnet wisata adalah kompleks Candi Prambanan yang terletak di perbatasan wilayah Yogyakarta dan Sleman. Kompleks candi bercorak Hindu ini dikenal sebagai salah satu situs bersejarah terbesar di Indonesia sekaligus ikon wisata budaya nasional.
Dibangun sekitar abad ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno, kompleks candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, yakni tiga dewa utama dalam ajaran Hindu: Brahma, Wisnu, dan Siwa. Arsitektur candi yang menjulang tinggi dengan ukiran relief batu yang detail mencerminkan kemajuan seni dan teknologi pada masa itu. Relief yang terpahat di dinding candi juga menggambarkan kisah epik Ramayana yang menjadi daya tarik edukatif bagi pengunjung, Senin (16 Februari 2026).
Selain nilai sejarahnya, kawasan ini juga menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Wisatawan dapat menjelajahi area kompleks, mempelajari makna simbolik relief, hingga mengikuti tur edukasi yang tersedia di lokasi. Banyak rombongan pelajar datang sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran sejarah dan budaya, menjadikan candi sebagai sarana edukasi di luar ruang kelas.
Pengelolaan kawasan dilakukan dengan memperhatikan aspek konservasi agar struktur bangunan tetap terjaga. Upaya pemeliharaan rutin serta pembatasan aktivitas di beberapa titik menjadi langkah penting untuk melindungi situs dari kerusakan akibat usia maupun aktivitas manusia. Hal ini dilakukan agar warisan budaya tersebut tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata sejarah, kawasan Candi Prambanan juga menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya. Pertunjukan seni tradisional dan festival budaya sering digelar untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara sekaligus menarik minat wisatawan. Aktivitas ini turut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata.
Seiring berkembangnya fasilitas pendukung, akses menuju lokasi kini semakin mudah bagi pengunjung. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengenal sejarah bangsa secara langsung. Edukasi tentang pentingnya menjaga situs budaya juga terus disampaikan agar kesadaran pelestarian meningkat.
Dengan perpaduan nilai sejarah, budaya, dan wisata edukatif, kompleks candi ini tetap menjadi salah satu destinasi unggulan yang memperlihatkan kemegahan peradaban masa lampau sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa. (Sel)









