Apa Itu Hantavirus? Ini Asal Mula dan Cara Mencegah Penyakit yang di Bawa dari Tikus

banner 468x60

Mata Lensa Online.com | Selasa, 12 Mei 2026

Belakangan ini, istilah hantavirus kembali ramai dibahas di media sosial dan membuat banyak masyarakat penasaran. Tidak sedikit yang bertanya-tanya, sebenarnya apa itu hantavirus dan seberapa berbahaya virus tersebut bagi manusia?

Hantavirus Pulmonary Syndrome merupakan virus yang berasal dari hewan pengerat seperti tikus dan dapat menular ke manusia. Virus ini menyebar melalui urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering lalu bercampur dengan udara dan terhirup manusia.

Hantavirus pertama kali menarik perhatian dunia pada tahun 1993 setelah muncul wabah misterius di wilayah Four Corners, Amerika Serikat. Saat itu, sejumlah warga tiba-tiba mengalami gejala berat seperti demam tinggi, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan serius.

Setelah dilakukan penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa virus tersebut dibawa oleh tikus liar jenis deer mouse atau tikus rusa. Sejak saat itu, penelitian tentang hantavirus mulai berkembang di berbagai negara.

Beberapa jenis hantavirus juga ditemukan di Asia dan Eropa dengan gejala yang berbeda-beda. Meski tergolong jarang, penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Gejala hantavirus biasanya muncul dalam beberapa hari setelah terpapar virus. Gejala awal mirip flu biasa, seperti:

  • demam,
  • sakit kepala,
  • nyeri otot,
  • tubuh lemas,
  • hingga sesak napas.

Karena gejalanya sering dianggap penyakit biasa, banyak orang tidak sadar saat terinfeksi.

Para ahli kesehatan menyebut belum ada obat khusus untuk membunuh hantavirus secara langsung. Namun penanganan medis yang cepat dapat membantu meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

Sementara itu, langkah pencegahan menjadi cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyebaran virus ini.

Beberapa solusi yang dianjurkan antara lain:

  • menjaga kebersihan rumah dan lingkungan,
  • tidak membiarkan sampah menumpuk,
  • menyimpan makanan di tempat tertutup,
  • menutup lubang masuk tikus,
  • serta menggunakan masker saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus.

Masyarakat juga diminta tidak panik berlebihan, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap penyakit zoonosis atau penyakit dari hewan ke manusia, hantavirus menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat masih menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. (Sel)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *