Kemarau Panjang, Hampir Seluruh Wilayah Jabar Hadapi Krisis Air Bersih

Gambar Ilustrasi
banner 468x60

Bogor | Mata Lensa Online.com

Kemarau panjang yang melanda Jawa Barat berdampak terhadap ketersediaan air bersih di hampir seluruh wilayah. Hingga pertengahan September 2026, sebanyak 26 dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat dilaporkan mengalami krisis air bersih.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, krisis air bersih telah terjadi di 660 desa dan kelurahan yang tersebar di 246 kecamatan.

Kondisi tersebut berdampak terhadap 291.607 kepala keluarga atau sekitar 943.492 jiwa. Hanya Kabupaten Kuningan yang hingga data tersebut dilaporkan belum mengalami krisis air bersih.

Data tersebut disampaikan BPBD Jawa Barat pada Minggu (13/9/2026). Pemerintah bersama sejumlah lembaga hingga kini terus melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan.

Hingga Minggu (13/9/2026), lebih dari 25 juta liter air bersih telah disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan di masing-masing daerah.

Krisis air bersih terjadi setelah kemarau panjang menyebabkan sejumlah sumber air warga, termasuk sumur, mengalami penyusutan hingga mengering. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mendapatkan pasokan air dari pemerintah maupun lembaga lainnya.

Bogor Termasuk Wilayah Terdampak

Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah yang turut mengalami dampak kekeringan. Sebelumnya, pemerintah telah melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor yang mengalami kekurangan air.

Data Pemprov Jawa Barat pada Agustus 2026 mencatat Kabupaten Bogor termasuk daerah dengan jumlah warga terdampak kekeringan sumber air yang cukup besar. Saat itu, sebanyak 170.892 warga di 30 kecamatan tercatat terdampak.

Penyaluran bantuan air bersih dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari BPBD, pemerintah daerah, PDAM, Palang Merah Indonesia (PMI), Baznas, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), TNI, komunitas hingga dunia usaha.

Warga Diminta Hemat Air

Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan.

Pemerintah juga meminta warga yang mengalami kekeringan dan sumber airnya mengering untuk segera melapor kepada aparat kewilayahan agar dapat memperoleh bantuan distribusi air bersih.

Hingga Rabu (16/9/2026), penanganan krisis air bersih di sejumlah daerah Jawa Barat masih terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan sejumlah lembaga terkait juga terus memantau kondisi sumber air serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. (Adi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *